Jakarta – ‘Aladdin‘ bukan sekadar dongeng yang kini populer diangkat ke layar lebar. Ada perkiraan, kisah ini berusia kuno hingga lebih dari tiga abad.

Dilansir TIME, ‘Aladdin’ merupakan cerita yang dipopulerkan oleh seorang akademisi bernama Antoine Galland. Ia merupakan sekretaris duta besar Prancis untuk Konstantinopel pada abad ke-17.

Galland diketahui sebagai penerjemah Eropa pertama yang menerjemahkan kisah 1001 Malam yang terkenal. Kisah Aladdin sendiri disebut menjadi bagian dari kumpulan cerita tersebut.

Antoine Galland diketahui menerbitkan cerita ‘Aladdin’ pada 1712. Meski begitu para ahli sejarah hingga kini belum menemukan manuskrip asli ‘Aladdin’.

Galland sendiri mengetahui kisah Aladdin dari seorang pendongeng Suriah dari Aleppo bernama Hanna Diyab pada 8 Mei 1709.

Diyab menceritakan kepada Galland kisah Aladdin. Tak hanya itu, Galland juga memperoleh kisah terkenal lainnya dari mulut Diyab di antaranya Ali Baba dan Empat Puluh Pencuri. Kisah-kisah ini berakhir dalam beberapa seri buku dan 12 terjemahan Galland tentang Seribu Satu Malam yang selesai diterjemahkan di tahun 1717.

Disney mengadaptasi kisah ini pertama kali dalam bentuk animasinya di tahun 1992. Kini setelah lebih dari satu dekade, studio ini membuat ulang cerita ‘Aladdin’ dalam bentuk live-action. Film tersebut disutradarai Guy Ritchie dan menggaet bintang Mena Massoud juga Naomi Scott sebagai Aladdin dan Jasmine.